Ada cerita sukses seorang pengemis yang menjadi pengusaha. Cerita ini saya ambil dari salah satu blog ketika sedang blog walking mencari inspirasi. Entah benar atau tidaknya saya juga belum tahu pasti namun keberadaan misterius pengemis dan pengusaha tersebut saya kira sengaja dirahasiakan oleh penulisnya.
Tanggal 19 januari 2001, Di sebuah kota besar yang berada di planet ke tiga Galaksi MilkyWay. Pada sore hari ketika banyak orang pulang kerja. Ada satu orang pengusaha menaiki mobil BMW serta terlihat sedang terburu-buru. Dia turun dan menuju ATM terdekat untuk mengambil sejumlah uang.
Yang pasti uangnya dalam jumlah BESAR.
Di depan ATM itu ada seorang yang sedang duduk-duduk dilantai. Pakainnya kumuh, berlubang dan seperti tidak pernah dicuci. Sorot matanya menunjukkan seseorang yang tidak mempunyai harapan. Didepannya ada sebuah gelas berisi uang. Jika anda sedang berpikir dia adalah seorang pengemis.
Anda 100% benar.
Tapi si pengusaha dengan cueknya melangkah melewati si pengemis dan masuk ke dalam ruang ATM. Ternyata di dalam pengusaha itu tidak ingin mengambil uang, dia hanya sekedar ingin mentransfer uang.
Yang pasti transfernya dalam jumlah BESAR.
Ketika dia hendak keluar. Entah perasaan darimana si pengusaha menjadi iba kepada pengemis. WOW! dia mengambil dompet dari sakunya. Setelah melihat dari pojok kiri ke pojok kanan sisi dompet. Dia akhirnya berhasil menemukan uang dengan nominal paling kecil!
Seribu Rupiah dia berikan kepada si pengemis.
Terima Kasih tuan, Kata si pengemis dengan bibir tersenyum senang. Sampai senangnya dia mengambil uang seribuan itu dari gelas dan memegangnya dengan kuat. Hmmmmm… mungkin ini adalah pendapatan terbesarnya hari itu.
Exspresi dari pengusaha itu hanya tersenyum kecut. Tidak lebih dari itu! kemudian dia mulai meninggalkan si pengemis menuju mobil mewahnya. Lalu… entah kenapa! ketika dia ingin memasuki mobil… dia seperti tidak rela memberi uang dengan cuma-cuma kepada pengemis tadi.
Dasar Kikir! Dia berlari kembali menuju ke pengemis. Ketika ingin mengambil uang seribuan miliknya. Dia tertahan! atau tidak bisa karena uangnya masih digenggam oleh si pengemis.
Akhirnya tanpa pikir panjang!
Si Pengusaha mengambil gelas pengemis yang mungkin adalah harta satu-satunya. Dengan enteng dan terlihat seperti mengejek. Si pengusaha kikir itu berkata:
Kamu juga pengusaha bukan?
Kemudian pengusaha berlari kembali ke mobilnya. Dan si pengemis hanya bisa melongo. Walau samar-samar terlihat ada air yang keluar dari matanya.
Hmmmmm…
Bersamaan dengan itu terlihat langit sudah berwarna merah. Mataharipun mulai terbenam.
8 tahun kemudian….
Tepatnya tanggal 2 juli 2009. Di sebuah gedung mewah yang terdapat di kota besar di planet bumi. Si pengusaha sedang berada di kantornya. Melamun! bahkan terlihat seperti orang stres.
Tentu saja dia stres! Gara-gara krisis ekonomi global, bisnisnya hampir bangkrut! tinggal menunggu hari saja dia akan menjadi miskin. Suatu hal yang tidak pernah dia rasakan seumur hidup. Belum lagi tanggungan hutang yang tidak bisa dia bayar.
Bukan hanya jatuh miskin, mungkin dia akan masuk penjara karena tidak bisa melunasi hutangnya.
Tiba-tiba!
Telepon berdering. Ternyata itu dari sekertarisnya. “Pak ada orang yang mau bertemu dengan bapak”.
Sebenarnya pengusaha itu sedang malas menemui siapa-siapa. Apalagi orang yang tidak dikenalnya. Namun dia putuskan untuk menemui si tamu misterius ini.
Tamu misterius itu pun masuk. Lalu diikuti dengan basa-basi singkat seperti perkenalan nama dsb. Lalu pengusaha pun menanyakan maksud kedatangan si tamu.
ALANGKAH KAGETNYA !
Tamu misterius itu mau menginvestasikan uang dalam jumlah besar dalam perusahaannya. Bahkan jumlah uang itu juga sanggup melunasi hutang perusahaan. Pengusaha itu hanya melongo tidak percaya.
Tapi sebelum si pengusaha berhenti dari kegiatan melongonya. Si tamu misterius itu berkata :
"Mungkin bapak sudah lupa terhadap saya. Dulu saya adalah pengemis yang sering mangkal di depan ATM. Gara-gara bapak dulu ngomong kayak gini Kamu juga pengusaha bukan? Saya waktu itu benar-benar terharu. Anda tidak menganggap saya sebagai pengemis seperti orang lain, melainkan penjual yang sedang menjual barang. Waktu itu juga saya berhenti mengemis. Lalu merintis usaha saya sendiri. Dan bisa bapak lihat akhirnya saya BERHASIL".
Sumber : blogsangpemenang.blogspot.com
Senin, 03 September 2012
Levi Strauss yang Sukses
Pada tahun 1848 hidup seorang pemuda yang berusia 20 tahun bernama Levi Strauss dari New York. Pemuda itu berniat mengadu nasib di California. Berbekal beberapa potong tekstil ia berniat menjual helaian tekstilnya di tempat tujuan.
Setelah tiba di California, benar saja beberapa potong tekstilnya habis terjual kecuali satu kain kanvas. Orang menganggap bahwa kain kanvas tak ada gunanya jika di buat sebuah pakaian. Namun Strauss terinspirasi oleh para pekerja tambang yang sering mengalami kerusakan pada pakaian celana. Ia kemudian membuat dan mendesain kanvas itu menjadi sebuah celana. Dan benar saja, yang ia ciptakan laris manis dibeli banyak pekerja tambang yang bekerja disana.
Waktu terus berjalan hingga kemudian Strauss berusaha mencari bahan yang lebih bagus dari kanvas. Setelah mencari dan mencari ia pun menemukan sebuah bahan yang berasal dari Genoa, Italia bernama 'Genes'. Ia menyulap bahan itu menjadi sebuah celana yang sampai sekarang sudah menyebar ke seluruh penjuru dunia. Sekarang kita mengenalnya 'Jeans'.
Ia mulai memproduksi celana awalnya yang di beri nama Levi's yang sampai sekarang menjadi merek jeans yang paling di minati dan digemari.
Hanya dalam waktu singkat pakaian ini pada akhirnya menjadi pakaian resmi yang di pakai oleh banyak orang di seluruh dunia.
Ketekunan dan keuletan Strauss akhirnya membuahkan hasil. Sekarang Jeans dapat kita temui di tempat mana pun di seluruh dunia. Mulai dari kalangan muda sampai yang tua, mulai dari pria sampai wanita, dewasa sampai anak kecil. Luar biasa!!
Sumber :
Setelah tiba di California, benar saja beberapa potong tekstilnya habis terjual kecuali satu kain kanvas. Orang menganggap bahwa kain kanvas tak ada gunanya jika di buat sebuah pakaian. Namun Strauss terinspirasi oleh para pekerja tambang yang sering mengalami kerusakan pada pakaian celana. Ia kemudian membuat dan mendesain kanvas itu menjadi sebuah celana. Dan benar saja, yang ia ciptakan laris manis dibeli banyak pekerja tambang yang bekerja disana.
Waktu terus berjalan hingga kemudian Strauss berusaha mencari bahan yang lebih bagus dari kanvas. Setelah mencari dan mencari ia pun menemukan sebuah bahan yang berasal dari Genoa, Italia bernama 'Genes'. Ia menyulap bahan itu menjadi sebuah celana yang sampai sekarang sudah menyebar ke seluruh penjuru dunia. Sekarang kita mengenalnya 'Jeans'.
Ia mulai memproduksi celana awalnya yang di beri nama Levi's yang sampai sekarang menjadi merek jeans yang paling di minati dan digemari.
Hanya dalam waktu singkat pakaian ini pada akhirnya menjadi pakaian resmi yang di pakai oleh banyak orang di seluruh dunia.
Ketekunan dan keuletan Strauss akhirnya membuahkan hasil. Sekarang Jeans dapat kita temui di tempat mana pun di seluruh dunia. Mulai dari kalangan muda sampai yang tua, mulai dari pria sampai wanita, dewasa sampai anak kecil. Luar biasa!!
Sumber :
Rahasia Roberto Goizueta
Roberto Gouzieta, orang yang paling berpengaruh dalam pencapaian sukses Perusahaan Coca Cola ini mempunyai semangat tinggi dalam berbisnis. Karena arahannya lah perusahaan ini berhasil meroketkan pengahasilan perusahaan dari mulai $4 miliar ke $ 150 miliar.
Beliau pernah bilang, "You can only stumble if you're moving" yang jika diartikan dalam bahasa Indonesia kurang lebihnya, "Anda pasti akan tersandung apabila anda bergerak". Maksud dari perkataan Roberto adalah keterjatuhan kita dalam berbisnis menandakan bahwa kita sedang bergeram. Jangan pernah takut akan Kegagalan. Justru ketika tidak mengalami tantangan apapun dalam hidup lah yang sebenarnya harus di takutkan karena jika demikian adalah orang-orang pecundang yang gagal dalam hidupnya.
Banyak orang yang memilih berada di jalur aman atau menghindari sebuah resiko. Tahukah anda bahwa setiap keberhasilan yang anda dapatkan hari ini berasal dari tantangan dan juga kegagalan-kegagalan di masa lalu. Sebagai contoh sekarang anda bisa bersepeda, saya yakin dulu ketika anda pertama kali menaiki sepeda banyak jatuh bangunnya dan kegagalan itu lah yang menyebabkan anda bisa mahir menaiki sepeda. Jadi kegagalan hidup itu menjadikan kita berhasil. Jangan pernah takut akan kegagalan. Orang yang berhasil malah mencari kegagalan karena mereka tahu setiap kegagalan pasti akan membuat sebuah keberhasilan. Ya salah satu kuncinya adalah jangan pernah menyerah. Persis seperti kita belajar bersepeda, jatuh bangun tidak menyebabkan kita takut melainkan terus termotivasi supaya berhasil.
Walau pun Roberto sudah menyandang orang yang sangat mahir dalam berbisnis namun ia tetap merendahkan hati mengakui bahwa dirinya mempunyai keterbatasan dan kekurangan-kekurangan. Hal inilah yang membuatnya terus belajar sampai kapan pun karena manusia di bekali Tuhan tidak ada yang sempurna melainkan dengan kekurangan-kekurangan. Untuk itulah ia selalu ingin menambah dan mengasah kemampuannya dengan belajar tidak peduli apakah ia adalah seorang ahli dalam berbisnis, manajer, mekanis, direktur, atau pun lainnya. Karena dengan belajarlah kita bisa meraih kesuksesan itu.
Salah satu perbedaan antara keberuntungan dan keberhasilan terletak pada cara meraih kesuksesannya. Orang yang beruntung mencapai puncak, tanpa melalui sebuah kendala yang berarti sedangkan orang yang berhasil mendapatkan kesuksesan, melalui sebuah proses panjang dari pahit dan getirnya perjalanan sampai kemudian bisa melewatinya.
"Jika anda mengambil resiko, anda mungkin gagal. Tapi jika anda tidak mengambil resiko, anda sudah pasti gagal. Resiko paling terbesar adalah tidak melakukan apa-apa." Roberto Goizueta.
Beliau pernah bilang, "You can only stumble if you're moving" yang jika diartikan dalam bahasa Indonesia kurang lebihnya, "Anda pasti akan tersandung apabila anda bergerak". Maksud dari perkataan Roberto adalah keterjatuhan kita dalam berbisnis menandakan bahwa kita sedang bergeram. Jangan pernah takut akan Kegagalan. Justru ketika tidak mengalami tantangan apapun dalam hidup lah yang sebenarnya harus di takutkan karena jika demikian adalah orang-orang pecundang yang gagal dalam hidupnya.
Banyak orang yang memilih berada di jalur aman atau menghindari sebuah resiko. Tahukah anda bahwa setiap keberhasilan yang anda dapatkan hari ini berasal dari tantangan dan juga kegagalan-kegagalan di masa lalu. Sebagai contoh sekarang anda bisa bersepeda, saya yakin dulu ketika anda pertama kali menaiki sepeda banyak jatuh bangunnya dan kegagalan itu lah yang menyebabkan anda bisa mahir menaiki sepeda. Jadi kegagalan hidup itu menjadikan kita berhasil. Jangan pernah takut akan kegagalan. Orang yang berhasil malah mencari kegagalan karena mereka tahu setiap kegagalan pasti akan membuat sebuah keberhasilan. Ya salah satu kuncinya adalah jangan pernah menyerah. Persis seperti kita belajar bersepeda, jatuh bangun tidak menyebabkan kita takut melainkan terus termotivasi supaya berhasil.
Walau pun Roberto sudah menyandang orang yang sangat mahir dalam berbisnis namun ia tetap merendahkan hati mengakui bahwa dirinya mempunyai keterbatasan dan kekurangan-kekurangan. Hal inilah yang membuatnya terus belajar sampai kapan pun karena manusia di bekali Tuhan tidak ada yang sempurna melainkan dengan kekurangan-kekurangan. Untuk itulah ia selalu ingin menambah dan mengasah kemampuannya dengan belajar tidak peduli apakah ia adalah seorang ahli dalam berbisnis, manajer, mekanis, direktur, atau pun lainnya. Karena dengan belajarlah kita bisa meraih kesuksesan itu.
Salah satu perbedaan antara keberuntungan dan keberhasilan terletak pada cara meraih kesuksesannya. Orang yang beruntung mencapai puncak, tanpa melalui sebuah kendala yang berarti sedangkan orang yang berhasil mendapatkan kesuksesan, melalui sebuah proses panjang dari pahit dan getirnya perjalanan sampai kemudian bisa melewatinya.
"Jika anda mengambil resiko, anda mungkin gagal. Tapi jika anda tidak mengambil resiko, anda sudah pasti gagal. Resiko paling terbesar adalah tidak melakukan apa-apa." Roberto Goizueta.
5 Rahasia Bill Gates
Bill Gates adalah salah satu orang terkaya yang pernah ada di dunia ini. Jika kekayaannya di transformasikan ke dalam recehan rupiah mungkin jumlahnya akan sebesar danau toba yang ada di sumatra utara. Banyak orang yang bermimpi bernasib sepertinya. Tahukah anda apa rahasia kekayaan seorang Bill Gates? Berikut akan kamu ungkap rahasianya. Kita bisa mengambil, meniru atau memodifikasi cara yang dilakukan Bill Gates sesuai dengan profesi yang kita jalani.
1. Memulai paling awal dari orang lain.
Bill Gates lahir pada tahun 1955, ketertarikannya pada dunia komputer diawali ketika usianya beranjak 13 tahun yaitu pada tahun 1968. Ketika belum banyak orang tahu tentang dunia programming Bill Gates lebih dahulu mempelajarinya. Awalnya ia hanya belajar di laboratorium komputer yang ada di sekolahnya karena pada waktu itu harga komputer sangatlah mahal.
2. Semangat dan berkomitmen.
Bill sangat bersemangat mempelajari dunia komputer. Dia bahkan menghabiskan hari-harinya hanya untuk mempelajari program-program atau perangkat lunak komputer. Siang dan malam ia habiskan waktu hanya untuk belajar komputer. Semangatnya begitu luar biasa. Ia percaya bahwa suatu saat ia akan mendapatkan apa yang telah di usahakan.
3. Mempunyai Jiwa Enterpreneur
Bill memulai kulaihnya di Universitas Harvard pada tahun 1973 namun ia memutuskan berhenti dari kuliahnya bukan karena ia orang yang bodoh atau pun kurang biaya, tetapi ia ingin serius menekuni bisnis bersama temannya Paul Allen di Microsoft Corporation. Konon ia menjadikan bagasi sebagai tempat penelitian bisnisnya.
4. Mempunyai Daya Cipta yang Berguna.
Sejak masih duduk di bangku kuliah Bill dan kawan-kawan sudah membentuk sebuah tim programmer yang disebut Lakeside Programmer. Dia berambisi bisa masuk di Perusahaan Pusat Komputer dan terbukti karena kerja keras timnya, ia di undang oleh perusahaan supaya mengidentifikasi bug dan masalah komputer lainnya. Mereka juga mendapat penghasilan dari royalti penjualan software. Bill dan Allen juga berjasa menciptakan sebuah program untuk mengatur lalu lintas dan dari sana ia mendapatkan kocek $20.000. Dan yang paling terkenal adalah sebuah operasi sistem Windows yang sekarang sudah digunakan oleh hampir dua per tiga penduduk dunia.
5. Suka memberi dan peduli orang lain.
Ternyata walaupun dia orang kaya namun hatinya seperti malaikat. Bill Gates sangat senang berbagi kepada orang lain. Konon sebenarnya ia sudah tidak memperdulikan lagi tentang kedudukannya sebagai orang terkaya di dunia. Alih-alih menumpuk kekayaan ia justru berniat mengedarkan kembali uang yang ia punya kepada masyarakat. Ia dan isterinya mendirikan Bill and Melinda Gates Foundation untuk menyalurkan kepeduliannya terhadap sesama.
Sumber : blogsangpemenang.blogspot.com
1. Memulai paling awal dari orang lain.
Bill Gates lahir pada tahun 1955, ketertarikannya pada dunia komputer diawali ketika usianya beranjak 13 tahun yaitu pada tahun 1968. Ketika belum banyak orang tahu tentang dunia programming Bill Gates lebih dahulu mempelajarinya. Awalnya ia hanya belajar di laboratorium komputer yang ada di sekolahnya karena pada waktu itu harga komputer sangatlah mahal.
2. Semangat dan berkomitmen.
Bill sangat bersemangat mempelajari dunia komputer. Dia bahkan menghabiskan hari-harinya hanya untuk mempelajari program-program atau perangkat lunak komputer. Siang dan malam ia habiskan waktu hanya untuk belajar komputer. Semangatnya begitu luar biasa. Ia percaya bahwa suatu saat ia akan mendapatkan apa yang telah di usahakan.
3. Mempunyai Jiwa Enterpreneur
Bill memulai kulaihnya di Universitas Harvard pada tahun 1973 namun ia memutuskan berhenti dari kuliahnya bukan karena ia orang yang bodoh atau pun kurang biaya, tetapi ia ingin serius menekuni bisnis bersama temannya Paul Allen di Microsoft Corporation. Konon ia menjadikan bagasi sebagai tempat penelitian bisnisnya.
4. Mempunyai Daya Cipta yang Berguna.
Sejak masih duduk di bangku kuliah Bill dan kawan-kawan sudah membentuk sebuah tim programmer yang disebut Lakeside Programmer. Dia berambisi bisa masuk di Perusahaan Pusat Komputer dan terbukti karena kerja keras timnya, ia di undang oleh perusahaan supaya mengidentifikasi bug dan masalah komputer lainnya. Mereka juga mendapat penghasilan dari royalti penjualan software. Bill dan Allen juga berjasa menciptakan sebuah program untuk mengatur lalu lintas dan dari sana ia mendapatkan kocek $20.000. Dan yang paling terkenal adalah sebuah operasi sistem Windows yang sekarang sudah digunakan oleh hampir dua per tiga penduduk dunia.
5. Suka memberi dan peduli orang lain.
Ternyata walaupun dia orang kaya namun hatinya seperti malaikat. Bill Gates sangat senang berbagi kepada orang lain. Konon sebenarnya ia sudah tidak memperdulikan lagi tentang kedudukannya sebagai orang terkaya di dunia. Alih-alih menumpuk kekayaan ia justru berniat mengedarkan kembali uang yang ia punya kepada masyarakat. Ia dan isterinya mendirikan Bill and Melinda Gates Foundation untuk menyalurkan kepeduliannya terhadap sesama.
Sumber : blogsangpemenang.blogspot.com
Kisah Pemulung yang Sukses
Apa pandangan anda terhadap seorang pemulung? Bagi sebagian orang menganggap rendah profesi ini. Tak jarang yang menganggap hina pekerjaan ini. Percayakah anda, ternyata ada seorang pemulung yang menjadi sukses. Sekarang ia mempunyai aset bernilai milyaran rupiah? Berikut adalah kisah sukses seorang pemulung yang menjadi milyarder.
Bapak Sunanrno namanya, ia adalah mantan pemulung yang sekarang menjadi orang kaya berkat ketekunannya menjalankan bisnis MLM Forever Young Indonesia. Dulu ia mencari nafkah dengan mengais-ngais sampah. Kini ia jadi jutawan MLM karena mensukseskan orang lain.
Jangan sekali-kali meremehkan profesi seorang pemulung. Lewat bisnis MLM nya, pemulung ini bisa jadi jutawan. Setidaknya begitulah yang dialami Sunarno. "Saya sendiri tidak membayangkan, setelah menemukan usaha ini ternyata kok lebih cepat daripada rekan-rekan yang lebih mapan dan berpendidikan," tutur pria kelahiran Solo, 5 Agustus 1961 ini. Tentunya berkat satu hal. Kerja Keras.
Prestasi yang diraihnya memang paling cepat dibanding yang lain. Hanya dalam kurun 27 bulan, ia berhasil menempati peringkat Senior Network Director, posisi tertinggi di Forever Young MLM. Jaringannya kini sudah lebih dari 100 ribu orang, tersebar di seluruh Indonesia. Seiring dengan itu, penghasilan di atas Rp15 juta per bulan, sepeda motor, mobil, rumah, dan berbagai bonus wisata ke luar negeri telah dinikmatinya.
Lantaran lahir dari keluarga miskin, Sunarno hanya bisa menamatkan SD. Lebih prihatin lagi, sejak kecil ia sudah yatim piatu. Terpaksa ikut orang ke beberapa kota, jadi kacung untuk sekedar bisa hidup. Tapi itu tidak lama dilakoni. Ketika kembali ke Solo, akhirnya ia memilih profesi pemulung. Kok jadi pemulung? "Saya bosan jadi kacung yang selalu disuruh-suruh orang. Jiwa saya ingin kebebasan," jawabnya.
Tinggal di daerah kumuh yang berjarak 500 meter dari tempat pembuangan sampah. Pekerjaannya mengais-ngais sampah, mengumpulkan barang bekas. Plastik dan kardus jadi incarannya. Setiap hari ia bersama teman-teman menanti datangnya truk sampah. Begitu mobil pembawa rejeki tiba, mereka berlarian mendekat, lalu berebut barang-barang bekas - siapa cepat, dia dapat. "Apalagi yang namanya balung (tulang sapi - red). Itu ibarat emas bagi kami. Nilainya tinggi kalau dijual," jelas ayah dua anak ini.
Ia sendiri pernah merasa amat bahagia sewaktu mendapatkan bonggol kubil (kol). Soalnya "benda berharga" itu didapatnya setelah mengalahkan beberapa saingan. Lewat "kompetisi" yang ketat ia berhasil mendapatkannya. "Hati saya bangga dan puas karena itu suatu prestasi," katanya tersenyum. Ada satu hal lagi yang membahagiakan hatinya, yaitu saat menyetel radio tatkala masih hidup di kolong jembatan."Sayangnya tak terkira, sama bahagiannya dengan orang naik Mercy atau Volvo," tambah ayah tiga anak ini.
Sinar terang perubahan hidup mulai tampak pada 1994, ketika tetangganya memperkanalkan bisnis MLM. Hampir tiap hari tetangga sebelah bercerita, walau kadang-kadang ia tidak menangkap maksudnya. Maklum cuma lulusan SD. Jangankan ngerti, untuk hafal nama MLM yang berbahasa Inggris itu saja susah banget. "Seminggu belum hafal," katanya tertawa. "Tadinya saya nggak mikirin. Tapi lantaran sering dengar dan lihat, lama-lama hafal juga."
Kuncinya Yakin
Setelah belajar dan ditempa dalam berbagai training dan seminar, dalam hatinya timbul keyakinan. Mulailah ia menjalani bisnis MLM sepenuh hati. Pagi hari, sesuai profesi, ia cari barang-barang bekas. Siangnya, setelah
mandi, pergi memprospek orang.
Di usaha apa saja pasti ada tantangan. Sunarno pun begitu. Dibilang ngeyel atau mimpi, itu masih halus. Soalnya, ada yang mencercanya bagai cicak makan tiang. Namun itu tidak mengecilkan hatinya, sebab sejak kecil ia sudah terbiasa dengan kompetisi dan tantangan. "Itulah yang mendorong saya untuk maju. Orang gagal itu biasanya engga mau menghadapi tantangan. Kalau engga siap mental, yang paling mudah dilakukan adalah berhenti," kata pria yang gemar bertani ini.
Menurut Sunarno, kunci keberhasilannya hanya satu: keyakinan. Sebab keyakinan itu seakan-akan kenyataan. Ia tumbuh dari penguasaan materi dan belajar dari orang-orang sukses. Bila ingin sukses, bergabunglah dengan orang-orang sukses, minimal ketularan. Motivasinya dalam berusahan sederhana
saja: kalau orang lain bisa, kenapa saya tidak bisa. Pasti bisa!
Lucunya, dulu karena tinggal di tempat kumuh, sebagian orang belum mau menerima ajakannya. "Kalau kamu berhasil, baru saya mau ikut," kata mereka. Namun setelah berhasil, Sunarno menagih janji. Mereka menjawab, "Lha iya, terang saja Pak Narno sekarang sudah berhasil kok." Jadi lagi-lagi saya yang disalahkan," katanya sembari tertawa kecil. "Itu soal mental. Semua itu kembali ke pribadi masing-masing."
Bila teringat kehidupan masa lalu, Sunarno masih diliputi rasa haru. Jadi ketika dapat fasilitas rumah dari MLM, Sunarno sengaja memilih di Mojosongo, daerah yang ia huni dulu agar tidak lupa pada sejarah. Tapi bila dulu orang meremehkannya, sekarang lain, "Kalau lingkungan butuh sesuatu, saya yang lebih dulu dimintai sumbangan," ujarnya.
Kesan dan Pesan
Kehidupan itu, menurut Sunarno, ibarat tiada gelombang yang indah tanpa menerjang karang. Banyak orang mendambakan hidup aman, damai, tenteranm, bahagia dan sejahtera. Hidup seperti ini ideal sekali. "Bagi saya hidup itu sederhana saja, minimal kita punya cita-cita, yaitu sukses dalam segala bidang. Tapi untuk itu diperlukan tindakan, rencana, tujuan, komitmen, keyakinan, mengenal diri, dan cinta. Itu semua merupakan mata rantai yang tak terpisahkan."
Sebelum berpisah, ia berpesan kepada rekan-rekan dalam jaringannya dan untuk semua orang pada umumnya agar tidak gampang menyerah, siap dikritik, semangat menyala-nyala, selalu berjuang, rela berkorban, dan berdoa. "Beranilah mengambil keputusan, karena keputusan itulah langkah awal sukses."
Kesimpulan
Dari kisah hidup pak sunarno ini saya bisa mendapat pelajaran yg berharga.bahwa untuk meraih sesuatu yg kita harap kan kita harus terus berjuang untuk meraih apa yang kita ingin kan dan bahwa kita harus juga mengingat roda kehidupan itu juga berputar.
Bapak Sunanrno namanya, ia adalah mantan pemulung yang sekarang menjadi orang kaya berkat ketekunannya menjalankan bisnis MLM Forever Young Indonesia. Dulu ia mencari nafkah dengan mengais-ngais sampah. Kini ia jadi jutawan MLM karena mensukseskan orang lain.
Jangan sekali-kali meremehkan profesi seorang pemulung. Lewat bisnis MLM nya, pemulung ini bisa jadi jutawan. Setidaknya begitulah yang dialami Sunarno. "Saya sendiri tidak membayangkan, setelah menemukan usaha ini ternyata kok lebih cepat daripada rekan-rekan yang lebih mapan dan berpendidikan," tutur pria kelahiran Solo, 5 Agustus 1961 ini. Tentunya berkat satu hal. Kerja Keras.
Prestasi yang diraihnya memang paling cepat dibanding yang lain. Hanya dalam kurun 27 bulan, ia berhasil menempati peringkat Senior Network Director, posisi tertinggi di Forever Young MLM. Jaringannya kini sudah lebih dari 100 ribu orang, tersebar di seluruh Indonesia. Seiring dengan itu, penghasilan di atas Rp15 juta per bulan, sepeda motor, mobil, rumah, dan berbagai bonus wisata ke luar negeri telah dinikmatinya.
Lantaran lahir dari keluarga miskin, Sunarno hanya bisa menamatkan SD. Lebih prihatin lagi, sejak kecil ia sudah yatim piatu. Terpaksa ikut orang ke beberapa kota, jadi kacung untuk sekedar bisa hidup. Tapi itu tidak lama dilakoni. Ketika kembali ke Solo, akhirnya ia memilih profesi pemulung. Kok jadi pemulung? "Saya bosan jadi kacung yang selalu disuruh-suruh orang. Jiwa saya ingin kebebasan," jawabnya.
Tinggal di daerah kumuh yang berjarak 500 meter dari tempat pembuangan sampah. Pekerjaannya mengais-ngais sampah, mengumpulkan barang bekas. Plastik dan kardus jadi incarannya. Setiap hari ia bersama teman-teman menanti datangnya truk sampah. Begitu mobil pembawa rejeki tiba, mereka berlarian mendekat, lalu berebut barang-barang bekas - siapa cepat, dia dapat. "Apalagi yang namanya balung (tulang sapi - red). Itu ibarat emas bagi kami. Nilainya tinggi kalau dijual," jelas ayah dua anak ini.
Ia sendiri pernah merasa amat bahagia sewaktu mendapatkan bonggol kubil (kol). Soalnya "benda berharga" itu didapatnya setelah mengalahkan beberapa saingan. Lewat "kompetisi" yang ketat ia berhasil mendapatkannya. "Hati saya bangga dan puas karena itu suatu prestasi," katanya tersenyum. Ada satu hal lagi yang membahagiakan hatinya, yaitu saat menyetel radio tatkala masih hidup di kolong jembatan."Sayangnya tak terkira, sama bahagiannya dengan orang naik Mercy atau Volvo," tambah ayah tiga anak ini.
Sinar terang perubahan hidup mulai tampak pada 1994, ketika tetangganya memperkanalkan bisnis MLM. Hampir tiap hari tetangga sebelah bercerita, walau kadang-kadang ia tidak menangkap maksudnya. Maklum cuma lulusan SD. Jangankan ngerti, untuk hafal nama MLM yang berbahasa Inggris itu saja susah banget. "Seminggu belum hafal," katanya tertawa. "Tadinya saya nggak mikirin. Tapi lantaran sering dengar dan lihat, lama-lama hafal juga."
Kuncinya Yakin
Setelah belajar dan ditempa dalam berbagai training dan seminar, dalam hatinya timbul keyakinan. Mulailah ia menjalani bisnis MLM sepenuh hati. Pagi hari, sesuai profesi, ia cari barang-barang bekas. Siangnya, setelah
mandi, pergi memprospek orang.
Di usaha apa saja pasti ada tantangan. Sunarno pun begitu. Dibilang ngeyel atau mimpi, itu masih halus. Soalnya, ada yang mencercanya bagai cicak makan tiang. Namun itu tidak mengecilkan hatinya, sebab sejak kecil ia sudah terbiasa dengan kompetisi dan tantangan. "Itulah yang mendorong saya untuk maju. Orang gagal itu biasanya engga mau menghadapi tantangan. Kalau engga siap mental, yang paling mudah dilakukan adalah berhenti," kata pria yang gemar bertani ini.
Menurut Sunarno, kunci keberhasilannya hanya satu: keyakinan. Sebab keyakinan itu seakan-akan kenyataan. Ia tumbuh dari penguasaan materi dan belajar dari orang-orang sukses. Bila ingin sukses, bergabunglah dengan orang-orang sukses, minimal ketularan. Motivasinya dalam berusahan sederhana
saja: kalau orang lain bisa, kenapa saya tidak bisa. Pasti bisa!
Lucunya, dulu karena tinggal di tempat kumuh, sebagian orang belum mau menerima ajakannya. "Kalau kamu berhasil, baru saya mau ikut," kata mereka. Namun setelah berhasil, Sunarno menagih janji. Mereka menjawab, "Lha iya, terang saja Pak Narno sekarang sudah berhasil kok." Jadi lagi-lagi saya yang disalahkan," katanya sembari tertawa kecil. "Itu soal mental. Semua itu kembali ke pribadi masing-masing."
Bila teringat kehidupan masa lalu, Sunarno masih diliputi rasa haru. Jadi ketika dapat fasilitas rumah dari MLM, Sunarno sengaja memilih di Mojosongo, daerah yang ia huni dulu agar tidak lupa pada sejarah. Tapi bila dulu orang meremehkannya, sekarang lain, "Kalau lingkungan butuh sesuatu, saya yang lebih dulu dimintai sumbangan," ujarnya.
Kesan dan Pesan
Kehidupan itu, menurut Sunarno, ibarat tiada gelombang yang indah tanpa menerjang karang. Banyak orang mendambakan hidup aman, damai, tenteranm, bahagia dan sejahtera. Hidup seperti ini ideal sekali. "Bagi saya hidup itu sederhana saja, minimal kita punya cita-cita, yaitu sukses dalam segala bidang. Tapi untuk itu diperlukan tindakan, rencana, tujuan, komitmen, keyakinan, mengenal diri, dan cinta. Itu semua merupakan mata rantai yang tak terpisahkan."
Sebelum berpisah, ia berpesan kepada rekan-rekan dalam jaringannya dan untuk semua orang pada umumnya agar tidak gampang menyerah, siap dikritik, semangat menyala-nyala, selalu berjuang, rela berkorban, dan berdoa. "Beranilah mengambil keputusan, karena keputusan itulah langkah awal sukses."
Kesimpulan
Dari kisah hidup pak sunarno ini saya bisa mendapat pelajaran yg berharga.bahwa untuk meraih sesuatu yg kita harap kan kita harus terus berjuang untuk meraih apa yang kita ingin kan dan bahwa kita harus juga mengingat roda kehidupan itu juga berputar.
Tukang Becak yang Sukses
Siapa bilang tukang becak tidak bisa kaya? Pak Sanim, seorang warga asal Cirebon telah membuktikannya. Anda tahu bagaimana latar pendidikannya? Beliau bukan seorang lulusan dari universitas ternama juga bukan seorang sarjana bisnis. Latar belakang pendidikan beliau hanya sampai SD, itu pun hanya sampai kelas 4. Berkat kegigihannya kini ia telah menjadi pengusaha sukses kaya raya yang memiliki 10 mobil, 3 rumah, dan 2 pabrik.
Sebelum Pak Sanim menjadi seorang pengusaha, ia pernah bekerja menjadi tukang becak di sekitar prapatan Cirebon. Lama menjalani profesi ini ia menjumpai sebuah pabrik garam di sekitar tempat pangkalannya. Dari situ ia mencoba untuk beralih bekerja menjadi seorang karyawan di pabrik tersebut.
Seiring berjalannya waktu, ia mulai berpikir untuk membuka pabrik sendiri. Menurutnya garam memiliki potensi besar pada waktu itu mengingat banyaknya permintaan dari daerah sekitar Cirebon dan sekitar Jawa Tengah.
"Setelah dua bulan bekerja, saya pun berpikir, daerah kita kan punya potensi garam, loh kenapa saya tidak bisa membuat garam sendiri," ungkapnya.
Akhirnya, Sanim berhenti kerja dari pabrik garam tersebut. Di situlah ia mulai berpikir, usaha garam ternyata mampu mengeruk keuntungan yang lebih besar dari buruh pabrik, apalagi tukang becak.
Baginya, garam bukan hanya sebagai bumbu penyedap makanan, melainkan juga dibutuhkan untuk keperluan industri, pertanian, dan perikanan. Ternyata, tidak sia-sia pernah bekerja di pabrik garam. "Jadi bisa dikatakan cuma menimba ilmu di pabrik tersebut," tuturnya.
Pada awalnya ia mencoba untuk membuka pabrik sendiri di belakang rumah bersama isterinya. Masih sangfat sederhana dan di olah secara tradisional. Setelah di produksi ternyata dagangannya laku terjual. "Lambat laun ternyata keuntungan kita tambah besar dan banyak peminatnya. Akhirnya kita menambah karyawan dari tetangga-tetangga kita lalu kita bisa membeli tanah untuk tempat produksi yang lebih luas lagi dan sekarang ada pabrik, yakni pabrik garam," tambahnya.
Sanin mengaku, dalam setahun ia bisa menghasilkan garam minimal mencapai 2.000 ton. Sanin mengaku kewalahan memenuhi permintaan garam olahan yang datang dari Cirebon dan luar kota.
Usahanya yang ditekuni Sanin sejak 30 tahun silam bukannya tanpa tantangan. Ketika usahanya tumbuh dan membutuhkan tambahan modal, ia pernah ditolak saat mengajukan pinjaman ke sebuah bank karena dianggap usahanya tidak menjanjikan. Berkat kegigihannya, akhirnya Sanin pun bisa memperoleh pinjaman.
"Kita pernah mengajukan utang pinjaman ke bank, tapi waktu itu ditolak. Katanya setelah ditolak, bangunnya masih bilik. Setelah itu akhirnya kita ke bank lain. setelah diproses dan melihat prospek perkembangan usaha kita, akhirnya kita dapat dana dan akhirnya usaha kita berkembang sampai sekarang. Sekarang punya tanah, punya kantor, punya pabrik," sebutnya
Pria yang tidak tamat pendidikan sekolah dasar (SD) ini menjelaskan hasil usahanya bisa membuat ia naik haji beberapa kali dan menyekolahkan anaknya hingga ke jenjang sarjana. Usaha yang ditekuni Sanin saat ini, juga telah merambah ke pabrik pembuatan pupuk.
"Anak saya pun kini sarjana semua. Sementara saya pendidikan kelas 4 SR (setara SD) dulu. Makanya kita punya anak tidak mau mengalami masa muda seperti kita, makanya kita sekolahkan semua itu. Kita haji pun sudah dua kali, malah akan datang tahun depan mau umroh dulu," tutup Sanin.
Sumber : blogsangpemenang.blogspot.com
Pengusaha Muda Indonesia
Indonesia memiliki banyak pengusaha top dan terkenal, diantara mereka masih berusia muda namun memiliki harta yang sangat berlebihan atau dapat dikatakan sukses finansial. Salah satunya adalah seorang pengusaha muda Sandiaga Salahuddin Uno. Beliau adalah mantan ketua HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia) sebuah organisasi yang berisi lebih dari 30.000 pengusaha muda di Indonesia, dan kini menjadi ketua KADIN (Kamar Dagang Indonesia).
Perjalanan bisnisnya memang panjang dan berliku, karena Sandiaga Uno bukanlah orang yang terbiasa hidup di dunia bisnis sejak kecil atau punya keturunan pengusaha ataupun punya modal besar dari warisan orang tua. Orang tuanya lebih memilih bekerja di sebuah perusahaan lebih baik ketimbang menjadi pengusaha.
Namun karena memiliki jiwa bisnis yang tinggi, sudah tentu dia berhasil melihat peluang usaha dan menjadikannya ladang uang yang hingga kini terus dipanen. Namun sekali lagi, semua itu tidak didapat dengan cara instan, berikut ini kisah sukses yang dijalani oleh Sandiaga Salahuddin Uno yang saya kutip dari website ciputraentrepreneurship.com, silahkan disimak.
Di Indonesia, relatif amat susah mencari orang sukses dalam usia yang relatif muda, setidaknya dalam usia di bawah 40 tahun. Namun demikian, diantara susahnya menemukan orang sukses tersebut, muncul milyarder muda, Sandiaga Salahuddin Uno.
SANDIAGAUNOKalangan pengusaha yang tergabung dalam Hipmi (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia) pasti kenal dengan sosok Sandiaga S. Uno. Dia telah lengser dari jabatan ketua umum pusat organisasi yang beranggota lebih dari 30 ribu pengusaha itu.
Sandi–demikian penyandang gelar MBA dari The George Washington University itu biasa disapa–tercatat sebagai orang terkaya ke-63 di Indonesia versi Globe Asia. Kekayaannya 245 juta dolar AS.
Sandi menyatakan tak disiapkan untuk menjadi pebisnis oleh orangtuanya. ”Orangtua lebih suka saya bekerja di perusahaan, tidak terjun langsung menjadi wirausaha,” ujar pria penggemar basket itu.
”Menjadi pengusaha itu pilihan terakhir,” akunya. Karena itulah, dia tak berpikir menjadi pengusaha seperti yang telah dilakoni selama satu dekade ini. ”Saya ini pengusaha kecelakaan,” katanya, lantas tertawa.
Kiprah bisnis Sandi kini dibentangkan lewat Grup Saratoga dan Recapital. Bisnisnya menggurita, mulai pertambangan, infrastruktur, perkebunan, hingga asuransi. Namun, dia masih punya cita-cita soal pengembangan bisnisnya. “Saya ingin masuk ke sektor consumer goods. Dalam 5-10 tahun mendatang, bisnis di sektor tersebut sangat prospektif,” katanya, optimistis.
Seorang pebisnis, kata dia, memang harus selalu berpikir jangka panjang. Bahkan, berpikir di luar koridor, berpikir apa yang tidak pernah terlintas di benak orang. “Mikir-nya memang harus jangka panjang.”
Dia mencontohkan, dirinya masuk ke sektor pertambangan awal 2000. Saat itu, sektor tersebut belum marak seperti saat ini. ”Jadi, ketika sektor itu sekarang naik, kami sudah punya duluan,” ujarnya.
Sandi semula adalah pekerja kantoran. Pascalulus kuliah di The Wichita State University, Kansas, Amerika Serikat, pada 1990, Sandi mendapat kepercayaan dari perintis Grup Astra William Soeryadjaja untuk bergabung ke Bank Summa. Itulah awal Sandi terus bekerja sama dengan keluarga taipan tersebut. ”Guru saya adalah Om William (William Soeryadjaja-Red),” tutur pria kelahiran 28 Juni 1969 itu.
Bapak dua anak itu kemudian sedikit terdiam. Pandangannya dilayangkan ke luar ruang, memandangi gedung-gedung menjulang di kawasan Mega Kuningan. ”Saya masih ingat, sering didudukkan sama beliau (William Soeryadjaja-Red). Kami berdiskusi lama, bisa berjam-jam. Jiwa wirausahanya sangat tangguh,” kenangnya. William tanpa pelit membagikan ilmu bisnisnya kepada Sandi. Dia benar-benar mengingatnya karena itulah titik awal dia mengetahui kerasnya dunia bisnis.
Di Tanah Air, Sandi hanya bertahan satu setengah warsa. Dia harus kembali ke AS karena mendapat beasiswa dari bank tempatnya bekerja. Dia pun kembali duduk di bangku kuliah di George Washington University, Washington. Saat itulah, fase-fase sulit harus dia hadapi. Bank Summa ditutup. Sandi yang merasa berutang budi ikut membantu penyelesaian masalah di Bank Summa.
Sandi kemudian sempat bekerja di sebuah perusahaan migas di Kanada. Dia juga bekerja di perusahaan investasi di Singapura. ”Saya memang ingin fokus di bidang yang saya tekuni semasa kuliah, yaitu pengelolaan investasi,” tuturnya.
Mapan sejenak, Sandi kembali terempas. Perusahaan tempat dia bekerja tutup. Mau tidak mau, dia kembali ke Indonesia. ”Saya berangkat dari nol. Bahkan, kembali dari luar negeri, saya masih numpang orangtua,” katanya.
Sandi mengakui, dirinya semula kaget dengan perubahan kehidupannya. ”Biasanya saya dapat gaji setiap bulan, tapi sekarang berpikir bagaimana bisa bertahan,” tutur pria kelahiran Rumbai itu. Apalagi, ketika itu krisis.
Dia kemudian menggandeng rekan sekolah semasa SMA, Rosan Roeslani, mendirikan PT Recapital Advisors. Pertautan akrabnya dengan keluarga Soeryadjaja membawa Sandi mendirikan perusahaan investasi PT Saratoga Investama Sedaya bersama anak William, Edwin Soeryadjaja. Saratoga punya saham besar di PT Adaro Energy Tbk, perusahaan batu bara terbesar kedua di Indonesia yang punya cadangan 928 juta ton batu bara.
Bisa dibilang, krisis membawa berkah bagi Sandi. ”Saya selalu yakin, setiap masalah pasti ada solusinya,” katanya. Sandi mampu ”memanfaatkan” momentum krisis untuk mengepakkan sayap bisnis. Saat itu banyak perusahaan papan atas yang tersuruk tak berdaya. Nilai aset-aset mereka pun runtuh. Perusahaan investasi yang didirikan Sandi dan kolega-koleganya segera menyusun rencana. Mereka meyakinkan investor-investor mancanegara agar mau menyuntikkan dana ke tanah air. ”Itu yang paling sulit, bagaimana meyakinkan bahwa Indonesia masih punya prospek.”
Mereka membeli perusahaan-perusahaan yang sudah di ujung tanduk itu dan berada dalam perawatan BPPN -lantas berganti PPA-. Kemudian, mereka menjual perusahaan itu kembali ketika sudah stabil dan menghasilkan keuntungan. Dari bisnis itulah, nama Sandi mencuat dan pundi-pundi rupiah dikantonginya.
Sandi terlibat dalam banyak pembelian maupun refinancing perusahaan-perusahaan. Misalnya, mengakuisisi Adaro, BTPN, hingga Hotel Grand Kemang. Dari situlah, kepakan sayap bisnis Sandi melebar hingga kini.
Sumber : blogsangpemenang.blogspot.com
Perjalanan bisnisnya memang panjang dan berliku, karena Sandiaga Uno bukanlah orang yang terbiasa hidup di dunia bisnis sejak kecil atau punya keturunan pengusaha ataupun punya modal besar dari warisan orang tua. Orang tuanya lebih memilih bekerja di sebuah perusahaan lebih baik ketimbang menjadi pengusaha.
Namun karena memiliki jiwa bisnis yang tinggi, sudah tentu dia berhasil melihat peluang usaha dan menjadikannya ladang uang yang hingga kini terus dipanen. Namun sekali lagi, semua itu tidak didapat dengan cara instan, berikut ini kisah sukses yang dijalani oleh Sandiaga Salahuddin Uno yang saya kutip dari website ciputraentrepreneurship.com, silahkan disimak.
Di Indonesia, relatif amat susah mencari orang sukses dalam usia yang relatif muda, setidaknya dalam usia di bawah 40 tahun. Namun demikian, diantara susahnya menemukan orang sukses tersebut, muncul milyarder muda, Sandiaga Salahuddin Uno.
SANDIAGAUNOKalangan pengusaha yang tergabung dalam Hipmi (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia) pasti kenal dengan sosok Sandiaga S. Uno. Dia telah lengser dari jabatan ketua umum pusat organisasi yang beranggota lebih dari 30 ribu pengusaha itu.
Sandi–demikian penyandang gelar MBA dari The George Washington University itu biasa disapa–tercatat sebagai orang terkaya ke-63 di Indonesia versi Globe Asia. Kekayaannya 245 juta dolar AS.
Sandi menyatakan tak disiapkan untuk menjadi pebisnis oleh orangtuanya. ”Orangtua lebih suka saya bekerja di perusahaan, tidak terjun langsung menjadi wirausaha,” ujar pria penggemar basket itu.
”Menjadi pengusaha itu pilihan terakhir,” akunya. Karena itulah, dia tak berpikir menjadi pengusaha seperti yang telah dilakoni selama satu dekade ini. ”Saya ini pengusaha kecelakaan,” katanya, lantas tertawa.
Kiprah bisnis Sandi kini dibentangkan lewat Grup Saratoga dan Recapital. Bisnisnya menggurita, mulai pertambangan, infrastruktur, perkebunan, hingga asuransi. Namun, dia masih punya cita-cita soal pengembangan bisnisnya. “Saya ingin masuk ke sektor consumer goods. Dalam 5-10 tahun mendatang, bisnis di sektor tersebut sangat prospektif,” katanya, optimistis.
Seorang pebisnis, kata dia, memang harus selalu berpikir jangka panjang. Bahkan, berpikir di luar koridor, berpikir apa yang tidak pernah terlintas di benak orang. “Mikir-nya memang harus jangka panjang.”
Dia mencontohkan, dirinya masuk ke sektor pertambangan awal 2000. Saat itu, sektor tersebut belum marak seperti saat ini. ”Jadi, ketika sektor itu sekarang naik, kami sudah punya duluan,” ujarnya.
Sandi semula adalah pekerja kantoran. Pascalulus kuliah di The Wichita State University, Kansas, Amerika Serikat, pada 1990, Sandi mendapat kepercayaan dari perintis Grup Astra William Soeryadjaja untuk bergabung ke Bank Summa. Itulah awal Sandi terus bekerja sama dengan keluarga taipan tersebut. ”Guru saya adalah Om William (William Soeryadjaja-Red),” tutur pria kelahiran 28 Juni 1969 itu.
Bapak dua anak itu kemudian sedikit terdiam. Pandangannya dilayangkan ke luar ruang, memandangi gedung-gedung menjulang di kawasan Mega Kuningan. ”Saya masih ingat, sering didudukkan sama beliau (William Soeryadjaja-Red). Kami berdiskusi lama, bisa berjam-jam. Jiwa wirausahanya sangat tangguh,” kenangnya. William tanpa pelit membagikan ilmu bisnisnya kepada Sandi. Dia benar-benar mengingatnya karena itulah titik awal dia mengetahui kerasnya dunia bisnis.
Di Tanah Air, Sandi hanya bertahan satu setengah warsa. Dia harus kembali ke AS karena mendapat beasiswa dari bank tempatnya bekerja. Dia pun kembali duduk di bangku kuliah di George Washington University, Washington. Saat itulah, fase-fase sulit harus dia hadapi. Bank Summa ditutup. Sandi yang merasa berutang budi ikut membantu penyelesaian masalah di Bank Summa.
Sandi kemudian sempat bekerja di sebuah perusahaan migas di Kanada. Dia juga bekerja di perusahaan investasi di Singapura. ”Saya memang ingin fokus di bidang yang saya tekuni semasa kuliah, yaitu pengelolaan investasi,” tuturnya.
Mapan sejenak, Sandi kembali terempas. Perusahaan tempat dia bekerja tutup. Mau tidak mau, dia kembali ke Indonesia. ”Saya berangkat dari nol. Bahkan, kembali dari luar negeri, saya masih numpang orangtua,” katanya.
Sandi mengakui, dirinya semula kaget dengan perubahan kehidupannya. ”Biasanya saya dapat gaji setiap bulan, tapi sekarang berpikir bagaimana bisa bertahan,” tutur pria kelahiran Rumbai itu. Apalagi, ketika itu krisis.
Dia kemudian menggandeng rekan sekolah semasa SMA, Rosan Roeslani, mendirikan PT Recapital Advisors. Pertautan akrabnya dengan keluarga Soeryadjaja membawa Sandi mendirikan perusahaan investasi PT Saratoga Investama Sedaya bersama anak William, Edwin Soeryadjaja. Saratoga punya saham besar di PT Adaro Energy Tbk, perusahaan batu bara terbesar kedua di Indonesia yang punya cadangan 928 juta ton batu bara.
Bisa dibilang, krisis membawa berkah bagi Sandi. ”Saya selalu yakin, setiap masalah pasti ada solusinya,” katanya. Sandi mampu ”memanfaatkan” momentum krisis untuk mengepakkan sayap bisnis. Saat itu banyak perusahaan papan atas yang tersuruk tak berdaya. Nilai aset-aset mereka pun runtuh. Perusahaan investasi yang didirikan Sandi dan kolega-koleganya segera menyusun rencana. Mereka meyakinkan investor-investor mancanegara agar mau menyuntikkan dana ke tanah air. ”Itu yang paling sulit, bagaimana meyakinkan bahwa Indonesia masih punya prospek.”
Mereka membeli perusahaan-perusahaan yang sudah di ujung tanduk itu dan berada dalam perawatan BPPN -lantas berganti PPA-. Kemudian, mereka menjual perusahaan itu kembali ketika sudah stabil dan menghasilkan keuntungan. Dari bisnis itulah, nama Sandi mencuat dan pundi-pundi rupiah dikantonginya.
Sandi terlibat dalam banyak pembelian maupun refinancing perusahaan-perusahaan. Misalnya, mengakuisisi Adaro, BTPN, hingga Hotel Grand Kemang. Dari situlah, kepakan sayap bisnis Sandi melebar hingga kini.
Sumber : blogsangpemenang.blogspot.com
Langganan:
Postingan (Atom)