Kamis, 30 Agustus 2012

Apple Bermula dari Tak Punya Uang

Steve Wozniak bicara banyak hal tentang kisah hidupnya. Co-founder Apple ini mengajarkan kita bahwa kesuksesan besar bisa diraih siapa saja asal punya ide dan motivasi yang kuat.

"Saat saya merintis Apple bersama Steve Jobs, kami tak punya uang sama sekali. Kami hanya memiliki ide dan motivasi yang kuat. Motivasi adalah apa yang ada di dalam diri kita, lebih berharga daripada uang," kata Woz, sapaan akrabnya, saat berbagi kisah sukses tentang Apple di Balai Kartini, Jakarta.

Ide dan motivasi itu pun dituangkannya dalam bentuk inovasi produk kreatif yang berguna bagi banyak orang, dan memiliki nilai tambah lebih sehingga orang rela mengeluarkan uang untuk membelinya.

"Apple telah mencatatkan sejarah, membangun komputer yang mudah digunakan, intuitif, tanpa perlu belajar menggunakannya. Manusia lebih penting dari teknologi. Anda harus menyembunyikan mikroprosesor supaya tidak kelihatan. Singkirkan apa saja yang menghalangi kehidupan orang normal."

Berbekal kemampuan yang mereka kuasai saat bekerja untuk perusahaan lain -- Wozniak di Hewlett-Packard dan Jobs di Atari -- keduanya pun sepakat mendirikan Apple pada 1976. "Mari kita bikin perusahaan," kenang Wozniak menirukan ajakan Steve Jobs kepadanya waktu itu.

"Sebelum memulai Apple, Steve Jobs dan saya sudah berteman lebih dari lima tahun. Kami membagi uang fifthy-fifthy. Dia kerja untuk Atari, dan dia menemukan cara untuk menjual. Kami memulai partnership. Kami memulainya dari garasi, tempat kami tinggal."

Wozniak jago dalam urusan teknis, dan Jobs diakuinya sangat oke dalam memasarkan sebuah produk. "Ada orang yang jagonya bukan di bidang teknologi, tapi orang-orang itu punya impian yang besar. Sementara, yang selalu saya inginkan adalah menjadi super programmer. Orang-orang teknologi biasanya enggan berkonflik dengan orang lain."

Siapa sangka, perusahaan yang mereka rintis dari sebuah garasi 36 tahun silam, kini menjadi salah satu perusahaan teknologi ternama di dunia. Komputer Mac, pemutar musik iPod, ponsel iPhone, dan tablet iPad, adalah contoh kesuksesan produk Apple.

"Jangan pernah membajak ide orang lain. Saya tak punya uang, maka saya harus berpikir keras. Saya terus bertanya kepada diri sendiri, apa yang orang butuhkan. Saya harus menciptakan sesuatu yang belum dibuat oleh orang lain. Begitu mendapatkan jawaban, kami pun pelan-pelan melangkah. Kerjakan satu persatu sebisanya," ucap Woz.

Mimpi Jadi Insinyur

Woz mengaku beruntung punya orang tua yang memahami dirinya. Ayahnya yang berdarah Polandia, juga seorang engineer seperti dirinya. "Saya sangat tertarik dengan science fiction. Saya tahu saya akan menjadi seorang insinyur saat umur 10 tahun," kenang Woz yang dikenal sebagai engineer kawakan dari Sillicon Valley.

"Saya dari kecil orangnya pemalu, takut untuk berbicara dengan orang lain. Tak sempat punya pacar waktu itu, jadi saya punya banyak waktu untuk merenung setiap pulang ke rumah. Kepala saya dipenuhi dengan ide-ide," tutur pria yang mendesain pemesanan hotel secara online untuk pertama kalinya saat itu.

Ide cemerlang kerap didapatinya dalam momen-momen tak terduga. "Saya sering terjaga malam hari. Membaca email dan kadang mengutak-atik komputer. Antara terjaga dan tertidur saya sering memikirkan tentang produk teknologi. Saya tak pernah menggunakan narkoba. Saya juga tak mengira, ide-ide selalu datang di saat momen-momen aneh," ujarnya.

Wozniak pun kembali mengenang cikal-bakal Apple yang didirikannya bersama Steve Jobs. Mereka berdua memang bertemu dalam perkumpulan klub pecinta komputer yang beranggotakan para geeks teknologi dimana salah satunya adalah Bill Gates, pendiri Microsoft.

"Ketika Bill Gates datang dengan bahasa komputer BASIC, saya tak pernah mencobanya. Tapi kemudian saya mempelajarinya di Hewlett-Packard lalu menciptakan embrio Apple. Kemudian Steve Jobs menghampiri saya. 'Oh my God, mari kita bikin perusahaan'. Jadi saya (pegawai Apple) nomor satu dan Steve Jobs nomor dua," kenang Wozniak.

Meskipun sudah sangat sukses, Woz mengaku tak pernah menutup diri. Ia selalu bergairah setiap bicara tentang teknologi dan selalu terbuka pada siapa saja. Dia mengaku selalu membaca email yang masuk, bahkan panggilan telepon pun tak pernah ia delegasikan kepada sekretarisnya.

"Filsafat saya adalah bagaimana membuat hidup jadi sederhana. Orang-orang akan cenderung menyembunyikan pertanyaan besar, dan jawaban, kebenaran adalah puncak dari semua kebaikan. Kebenaran bagi saya adalah memberi tahu semua orang tentang saya, apa yang saya lakukan. Internet telah membawa kita ke tingkat ini. Saya tidak takut akan keterbukaan."

Semangat keterbukaan juga yang membuatnya suka kepada pemrograman open source. "Open source dikendalikan orang-orang muda, seperti saya dahulu. Dengan open source, kita bisa melihat isi program. Kita bisa mendapatkan ide dengan melihat apa yang dikerjakan orang lain. Kita bisa saja memulainya dengan hal-hal yang simpel dan ekonomis. Begitulah biasanya inovasi itu bermula," tutur Woz.

Jobs Coba Memecat CEO

Apple yang sukses besar di pasaran saat ini, juga sempat mengalami pasang surut. Ia keluar dari Apple, dan Steve Jobs terpaksa hengkang dari perusahaan. Menurutnya itu biasa dalam sebuah organisasi bisnis profit oriented. Namun sekembalinya Steve Jobs, perusahaan ini kembali melesat hingga saat ini.

"Saya tak bosan dengan Apple saat itu. Saya pergi meninggalkan Apple karena saya punya ide untuk membangun remote control universal. Saya juga mengembangkan pengganti hardisk dengan chip seperti solid disc state. Saya cinta mengembangkan barang-barang baru. Saya juga sempat amnesia setelah kecelakaan pesawat. Kemudian, saya juga kembali kuliah di UC Barkeley untuk mengejar ketertinggalan," Woz mengungkapkan alasannya.

"Sedangkan Jobs, dia memiliki reputasi buruk pada titik tertentu. Dia diberhentikan dari perannya setelah mencoba untuk memecat CEO kami. Dia diberhentikan dari otoritasnya tetapi tidak keluar dari Apple. Dia merasa dihambat untuk melakukan hal yang ia cintai. Mencoba untuk membangun sebuah komputer besar bagi dunia. Produk-produk Apple benar-benar mendefinisikan pekerjaan Steve. Hampir semua produk Apple adalah representasi dari Steve Jobs," lanjut dia.

"Sekarang Steve Jobs sudah pergi meninggalkan kita. Betapa saya sangat merindukannya. Saya berharap dia ada di sini, menemani saya berbagi pengetahuan dan passion tentang teknologi. Saya rasa tak ada pemimpin teknologi seperti dia," kenang Woz dengan mata berkaca-kaca.

Dari bekal pengalaman hidupnya yang sangat berharga, Wozniak pun tak lupa berpesan kepada anak-anak muda di Indonesia.

"Kejarlah impianmu setinggi langit. Jangan pendam pemikiranmu dan jangan membiarkan idemu lewat begitu saja. Boleh-boleh saja bekerja di perusahaan orang demi menghasilkan income, tapi jangan sia-siakan masa mudamu. Anda harus mulai menulis 'buku' Anda sendiri dan datang dengan rencana sendiri untuk hidup Anda. Jangan takut berpikir untuk diri sendiri. Jangan takut bahwa ide-ide Anda tidak sebaik orang lain," tutup Woz.


Sumber : detik.com

Selasa, 28 Agustus 2012

Manajemen Untuk Usaha Kecil

Bagi pelaku usaha kecil manajemen usaha terkadang dianggap sebuah konsep yang terlalu muluk-muluk. Tetapi sebenarnya tidak demikian, banyak usaha kecil yang sebenarnya memiliki prospek baik akhirnya kandas di tengah jalan karena miss-manajemen atau salah kelola dari pemiliknya. Atau sebuah bisnis usaha kecil yang sebenarnya baik dan memiliki prospek cerah tetapi tidak didukung oleh Manajemen Bisnis Yang baik, akhirnya tidak berkembang. Karena itu penting bagi pelaku usaha kecil untuk mencermati dan belajar mengenai manajemen usaha ini. Manajemen sebuah usaha tidak semata-mata keterampilan mengelola tetapi juga sebagai sebuah seni. Dalam manajemen usaha kecil perpaduan antara seni dan keterampilan mutlak diperlukan. Tidak hanya manajemen usaha berlandaskan teori-teori manajemen semata tetapi diperlukan pendekatan dan perlakuan lain yang bersifat holistik.


Pelaku usaha kecil biasanya adalah pemilik usaha yang memiliki fungsi ganda, karena itu manajer dalam usaha kecil berhadapan langsung dengan semua hal yang berkaitan dengan usaha, produksi, sumber daya, pemasaran, pengembangan usaha dan lain-lain. Karena itu kemampuan manajemen mutlak diperlukan sebagai landasan kelangsungan usahanya. Di dalam manajemen usaha kecil ada dua hal yang perlu menjadi landasan keberhasilan usaha yaitu Manajemen yang berbasis profesionalisme dan kewirausahaan. Keduanya merupakan suatu tuntutan yang tidak dapat dihindari oleh setiap pelaku bisnis .

Kaum profesional merupakan orang atau kelompok tertentu yang bekerja dengan keahlian dan keterampilan tertentu, waktu, fikiran dan kemampuannya didedikasikan secara penuh untuk mengaplikasikan keahlian tersebut. Dengan demikian Majanemen Usaha kecil berbasis profesionalisme dilandaskan pada kualitas bukan semata-mata berlandaskan keuntungan material semata. Contoh sederhana jika sebuah usaha menghadapi lonjakan harga bahan baku maka yang dilakukan bukan mengurangi kualitas agar tetap untung tetapi tetap menjaga kualitas, meski konsekuensinya keuntungan menurun tetapi kepercayaan konsumen tetap tinggi.

Majanemen usaha berdasarkan sifat kewirausahaan merupakan pendekatan dari watak seorang wirausaha. Seorang wirausaha memiliki sifat percaya diri dibarengi dengan wataknya yang mandiri, merupakan salah satu faktor kunci keberhasilan dirinya.

Adapun ciri-ciri kewirausahaan lainnya secara komprehensif :

- Desire for responsibility, yakni hasrat bertanggung jawab terhadap usaha-usaha yang tengah dirintisnya yang diaktualisasikan melalui sikap mawas diri.

- Preference for moderate risk, yakni kecenderungan untuk senantiasa mengambil risiko yang moderat yang direfleksikan oleh
pilihan keputusannya yang selalu menghindari tingkat risiko yang terlalu tinggi maupun yang terlalu rendah.

- Confidence in their ability to success, yakni dimilikinya keyakinan atas kemampuan dirinya untuk sukses yang direfleksikan melalui moto bahwa kegagalan itu tak lain adalah sukses yang tertunda.

- Desire for immediate feedback, yakni kehendak untuk senantiasa memperoleh umpan balik yang sesegera mungkin.

- High level of energy, yakni dimilikinya semangat dan dorongan bekerja keras untuk mewujudkan impiannya yang lebih baik di
masa mendatang.

-Future orientation, yakni dimilikinya perspektif ruang dan waktu ke masa depan

- Skill at organizing, yakni dimilikinya keahlian dan keterampilan dalam mengorganisasikan sumberdaya untuk menciptakan nilai tambah.

- Value achievement over money, yakni dimilikinya suatu tolok ukur yang bersifat kuantitatif-finansial dalam menilai suatu kinerja.

Dengan memperhatikan ciri dan watak dari wirausahaan sebagaimana dikemukakan di atas, maka patut diyakini di sini bahwa kualitas profesionalisme seorang manajer usaha kecil akan semakin kokoh dan terpelihara apabila pada dirinya melekat perilaku tersebut, baik yang ia bawa semenjak lahir maupun yang ia peroleh atau ciptakan melalui transfer of knowledge. Manajemen yang baik baik bisnis usaha kecil merupakan salah satu kunci sukses dalam pengembangan bisnis usaha kecil.

Sumber : galeriukm.web.id

One Vilage One Product Mengembangkan Usaha Kecil

Salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk mengembangkan usaha kecil adalah melalui konsep One Vilage One Product (OVOP). Meski konsep ini bukanlah hal yang cukup baru namun cukup relevan di dalam pengembangan sektor usaha kecil. Dalam model OVOP paling tidak dalam satu wilayah tertentu (vilage) harus memiliki satu produk unggulan yang memiliki kompetensi di pasaran. Konsep one vilage tidak mutlak secara geografis berada dalam satu kampung tetapi lebih pada wilayah ekonomi yang memiliki potensi tertentu.

Jika dalam sebuah daerah memiliki produk unggulan maka dan didukung oleh pemerintah maka akan memiliki daya saing dan potensi untuk berkembang lebih baik. Usaha kecil yang menjadi tulang punggung pengembangan OVOP menjadi ikut berkembang. Selain itu OVOP akan membantu menggali dan mempromosikan produk inovatif dan kreatif lokal berdasarkan potensi sumberdaya yang ada, bersifat unik khas daerah, bernilai tambah tinggi dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan.

Jika di tiap wilayah sudah tercipta satu produk yang memiliki tingkat kompetensi yang tinggi, tinggal pihak pemerintah memberikan bantuan penyediaan pasar dan membantu dalam hal modal serta bantuan lain dalam masalah teknis dan manajemen. OVOP pada dasarnya merupakan pengembangan Usaha Kecil Dan Menengah yang patut diseriusi untuk meningkatkan kesejahteraab bangsa.

sumber : galeriukm.web.id

Mendongkrak UKM Dengan TIK

Teknologi Informasi Dan Komunikasi telah mendorong pertubuhan ekonomi dan sektor kehidupan lain menjadi lebih baik. Usaha Kecil dan Menengah tidak ketingalan ikut mencicipi manisnya perkembangan teknplogi tersebut. Pemanfaatan Teknologi oleh pelaku Usaha Kecil dan menengah mampu menjadikan usaha kecil berkembang dengan pesat. Perputaran bisnis di kalangan para pelaku usaha  kecil dan menengah (UKM), nilainya bisa melonjak triliunan rupiah jika saja mereka menerapkan solusi teknologi komunikasi informasi (TIK) yang tepat.


Executive General Manager Telkom Divisi Business Service Slamet Riyadi menuturkan, prospek bisnis UKM melalui TIK akan mencapai Rp 18,6 triliun di tahun 2014 mendatang. Melonjak 60,3% dari nilai bisnis di 2010 yang diperkirakan berjumlah Rp 11,6 triliun.
“Dengan solusi TIK yang tepat, bisnis UKM per tahunnya bisa tumbuh 12,83% jika dilihat dari Compound Annual Growth Rate atau CAGR,” jelasnya melalui surat elektronik yang dikutip detikINET, Senin (29/3/2010).

Melalui dukungan solusi TIK yang sesuai kebutuhan para pebisnis UKM, Slamet bahkan optimistis nilai bisnis di kalangan pengusaha kelas small medium enterprise (SME) ini akan mulai meningkat 10,9% menjadi Rp 12,87 triliun di tahun 2011 mendatang.

Menurut Slamet, komunitas UKM atau SME yang melek TIK, mulai tumbuh dan membutuhkan solusi serta mobilitas yang bisa menunjang kelancaran bisnisnya. Kebutuhan akan TIK di segmen UKM ini, sayangnya, selama ini belum dilayani secara serius.

“Itu sebabnya, Telkom membentuk Divisi Business Service atau DBS untuk melayani para pelaku bisnis UKM ini. Posisi kami di sini tidak hanya sekadar memberikan solusi TIK saja, namun juga untuk membantu masyarakat memberdayakan ekonominya,” papar Slamet.

DBS sendiri dibentuk khusus oleh Telkom untuk mengelola pelanggan bisnis yang sebagian besar merupakan segmen UKM. Pada segmen ini, Telkom akan menawarkan beragam solusi untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan bisnis melalui penerapan TIK yang tepat.

“Beberapa aplikasi cloud computing berbasis platform as as services (PAAS) sudah disiapkan Telkom, di antaranya e-UKM, aplikasi untuk BPR (Bank Perkreditan Rakyat), aplikasi untuk pengelolaan koperasi, pendidikan, dan lainnya,” papar Slamet.

Berdasarkan catatan Kementerian Koperasi, hingga Juni 2009 lalu jumlah koperasi di Indonesia telah mencapai 166.155 unit, dengan permodalan koperasi aktif yang terdiri dari modal sendiri Rp 27,27 triliun dan modal luar Rp 36,25 triliun dengan nilai volume usaha Rp 55,26 triliun.

Badan Pusat Statistik (BPS) tahun lalu juga mencatat jumlah UKM di Indonesia sebanyak 520.220 unit. Diperkirakan akan ada 600.000 pelaku UKM baru pada 2010 ini. Sementara dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang disalurkan sejak Januari 2008-Januari 2010 sekitar Rp 17,541 triliun untuk 2,4 juta debitur.

Sektor tertinggi investasi yang dilakukan kalangan SME atau UKM adalah pada bidang jasa (57%), perdagangan (20%), dan manufaktur (23%). SME atau UKM bahkan ditengarai memberi kontribusi terhadap Pendapatan Domestik Bruto nasional sebesar 54%.

Sumber : detikinet.com

Bisnis Kecantikan ala Diana Roberta Rigg

Kaum wanita merupakan bagian dari kelompok masyarakat yang memiliki potensi dalam pengembangan sebuah bisnis. Kaum wanita bisa menjadi subjek maupin objek di dalam setiap proses bisnis. Tak pelak lagi pemberdayaan kaum perempuan dalam bidang bisnis menjadi potensi ekonomi yang cukup besar. Studi mutakhir McKinsey telak-telak menyebut besarnya potensi ini. Kaum wanita bisa memberi perbedaan 1,6% terhadap pertumbuhan produk domestik bruto. Kalangan wanita yang bisa mencetak penghasilan akan menjadi katalis yang powerful untuk pembangunan karena mereka akan menginvestasikan uangnya untuk kesehatan, pendidikan dan kesejahteraan keluarga ketimbang kaum laki-laki. Potensi inilah yang mendatangkan peluang usaha  bagi perusahaan kecantikan DuraSkin. Mungkin usaha ini bisa menjadi contoh sukses bisnis yang akan menginspirasi sebagian kita.

Kecantikan selalu melekat dengan dunia wanita, karena itu bisnis di bidang kecantikan seakan menjadi peluang bisnis yang tidak ada habisnya, setiap perempuan pasti sangat peduli terhadap kecantikannya. Itulah yang kemudian ditangkap oleh Diana Roberta Rigg. Dengan landasan keinginan membuat semua perempuan menjadi cantik sehat dan maju ia terjun ke dalam bisnis kecantikan. Ibu Kelahiran 20 Oktober 1973 ini sebelum memulai bisnis kecantikan sempat bekerja di perusahaan multifinance sebagai analis, lalu ke perusahaan pialang saham.

Rahasia  sukses dalam bisnis yang ditekuninya adalah sifatnya yang pantang menyerah dan tidak pernah putus asa yang merupakan warisan dari sang ayah. Selain itu motivasi yang diberikan sang ibu untuk   menjadi wanita yang mandiri dan tidak tergantung pada orang lain menjadi kunci sukses lainnya. Meski sudah berumah tangga dan memiliki anak Diana tetap bisa menjalankan bisnisnya tetapi tetap bisa mengururus keluarga, semua berkat dukungan dan pengertian dari sang suami yang siap menggantikan perannya sebagai ibu rumah tangga jika ia sedang berada di luar kota.
Diana memiliki prinsip bahwa dalam berbisnis harus didasari itikad yang baik terhadap semua orang, dan berusaha untuk menciptakan win-win solution. Dengan demikian hubungan dengan setiap orang dapat tetap terjalin dengan baik dan dapat berjangka panjang.Di awal perjalanan karirnya, ia merasa sangat sulit untuk memperkenalkan produknya. Pasar tidak mudah diyakinkan karena ia dianggap masih muda dan minim pengalaman. Sejumlah cara dilakukannya untuk menarik para pelanggan, mulai dari demo hingga presentasi di banyak tempat. Seiring berjalannya waktu, kepercayaan pun mulai tumbuh di mata para customer, sehingga produk ini dapat diterima di masyarakat.

Hampir 11 tahun umur perusahaannya, DuraSkin sudah berkembang menjadi Grup Usaha Skin Health System dengan lima anak perusahaan yang bergerak dalam bidang klinik kecantikan, supplier kosmetik, supplier mesin, bisnis MLM (multi level marketing), dan nail academy. DuraSkin sendiri saat ini adalah salah satu anak perusahaan Usaha Skin Health, Pelanggannya banyak dari kalangan artis dan pejabat.

Diana merasa bahwa ia sangat diberkahi oleh orang-orang luar biasa di sekelilingnya. Selain keluarga yang sangat mendukung dirinya, ia pun memiliki tim yang solid di bisnisnya. Dengan kerjasama tim yang hebat tersebut, penjualan Skin Health System Indonesia pernah meningkat sebesar 65% pada tahun 2006. Targetnya ke depan adalah membuat Skin Health System semakin bertumbuh dan tetap eksis untuk waktu yang lama.
 
Setiap manusia pernah mengalami kegagalan. Begitu pula dengan Diana. Ia kadang-kadang merasa  gagal apabila ada klien atau customer yang kecewa. Tapi semua kesulitan dan tantangan yang terjadi dalam perusahaan, selalu disikapi Diana dengan bijak. ”Yang penting jangan putus asa dan usahakan mencari solusinya untuk setiap kesulitan,” tutur Diana yang menjabat sebagai Humas Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) DPD DKI Jaya.

Sumber : swa.co.id

Inspirasi Strategi Bisnis

Salah satu kunci sukses dalam bisnis adalah tidak henti-hentinya belajar, belajar dari lingkungan, pengalaman, maupun belajar dari pengalaman orang lain. Kesuksesan enterpreneur terdahulu merupakan  inspirasi untuk mengembangkan bisnis yang kita jalankan saat ini. Setiap orang memiliki jalan sukses yang berbeda-beda, yang kita lakukan adalah mendapatkan inspirasi dari kesuksesan orang lain bukan menjiplak apa yang dilakukan orang lain. Setiap situasi bisnis dan lingkungan akan berbeda-beda dan sangat unik. Akan tetapi ada semangat dan nilai yang terkandung di dalamnya yang perlu kita tangkap. Bagaimana seorang enterpreneur memanage dan mengendalikan bisnis merupakan nilai yang perlu dipelajari dan diambil pelajaran. Bagaimanapun juga seorang pemimpin dalam bisnis harus mampu memegang kendali bisnis dan memberikan motivasi  kepada bawahannya.

Siapa tidak mengenal Ciputra, tokoh enterpreneur yang cukup tersohor di negeri ini. Banyak orang terinspirasi oleh kesuksesan yang ia capai. Kesuksesannya tidak lepas bagaimana sikap dan kebiasaan hidupnya dalam mengelola bisnis. Sikap dan perilaku hidup inilah yang banyak dijadikan inspirasi banyak orang. Suatu ketika Pak Ciputra tiba-tiba meminta sang sopir untuk menghentikan mobilnya ketika memasuki kawasan wisata Taman Impian Jaya Ancol. Ciputra langsung turun dan memungut beberapa sampah yang terserak di jalan, lalu memasukkannya ke tong sampah yang tersedia di pinggir jalan. Setelah itu, seolah tak terjadi apa-apa, ia naik lagi ke mobil, disaksikan para karyawan di lingkungan Taman Impian Jaya Ancol yang hanya bisa tertegun dan tertunduk malu. Kawasan wisata pantai di Jakarta Utara ini, seperti kita tahu, adalah salah satu proyek prestisius karya sang raja properti Indonesia itu.
Cerita yang sempat populer sekitar 25 tahun yang lalu itu tetap relevan hingga sekarang: upaya seorang pemimpin bisnis menanamkan nilai-nilai utama dalam suatu bisnis. Dalam bisnis wisata, kebersihan memang segala-galanya. Dan Ciputra melakukannya dengan sederhana tetapi elegan. Tak perlu pidato berapi-api atau mengutip teori orang-orang hebat. Cukup lewat keteladanan dan contoh nyata.
Bukan cuma di lingkungan kerja. Di lingkungan keluarga – istri, anak-anak, dan para menantunya – Ciputra pun berusaha menanamkan nilai-nilai bisnis dan kehidupan dengan cara yang sama. Meskipun ia tergolong orang hebat di bisnis properti, nilai-nilai hidup yang ditularkannya simpel saja: kerja keras, jujur, menjadi warga negara yang baik, melayani seluruh stakeholder sebaik-baiknya. Itu sebabnya, meskipun sempat berantakan ketika dihajar krisis kawasan 1998, bisnis properti keluarga Ciputra cepat bangkit dan tumbuh lebih besar lagi, bahkan kini mampu berekspansi ke Australia dan Vietnam. Ini semua karena fondasi nilai-nilai pendirinya yang bersifat universal dan terbukti tak lekang oleh waktu dan deraan cuaca bisnis yang seburuk apa pun.
Kalau Ciputra tak canggung menjadi “tukang pungut sampah”, Inspirasi kesuksesan bisnis selanjutnya bisa kita petik  lewat Peter F. Gontha  yang tak segan menjadi bukan siapa-siapa ketika merintis karier barunya sebagai penyelenggara hajatan musik jaz. Peter tak malu mengakui betapa dirinya sangat kecil dibanding tokoh-tokoh jaz dunia yang dia berusaha mendatangkannya ke Indonesia. Bagai pasien dokter laris, Peter rela antre berjam-jam agar bisa bertemu dengan Bob James. Setelah berhasil ketemu dan mengenalkan diri, dengan kegigihan luar biasa Peter merayu agar musisi jaz ternama asal Amerika Serikat itu mau datang ke Indonesia yang kala itu sedang dilanda banyak kerusuhan. Begitu pula sederet musisi jaz kondang lainnya, dia datangi dan rayu satu per satu. Padahal, di negeri ini, siapa sih yang tak kenal pengusaha sekaliber Peter Gontha!
Berkat kegigihannya, belum lama ini, International Java Jazz Festival besutan Peter Gontha itu dinobatkan sebagai ajang festival jaz terakbar dan tersukses di dunia, mengalahkan North Sea Jazz Festival di Amsterdam dan penyelenggaraan festival jaz kelas dunia lainnya. Kegigihan Peter kini mulai menular kepada putrinya, Dewi Gontha, yang kebetulan punya passion yang sama di bidang musik jaz. Like father like daughter. Begitulah, dengan gairah dan kegigihan seperti ayahnya, Dewi pun mulai berani “mengemudikan” event musik jaz kelas dunia itu.
Ciputra dan Peter Gontha sekadar contoh bagaimana seorang ayah yang sekaligus entrepreneur berusaha menularkan dan mewariskan nilai-nilai bisnis dan kehidupan kepada anak-anak mereka. Memang, sungguh beragam cara atau strategi yang mereka terapkan. Namun, kalau diamati, intinya sebetulnya hampir sama. Mereka tampaknya lebih menekankan keteladanan ketimbang petuah secara lisan, apalagi mengajarkan teori-teori bisnis dan manajemen. Maklumlah, umumnya, sejak dini anak-anak mereka telah disekolahkan di lembaga pendidikan formal yang bagus, bahkan sampai ke mancanegara.
Wisdom dan strategi bisnis pada setiap pengusaha pastilah berbeda dan khas. Dan cara mewariskannya pun tak kalah spesifik. Sebab, untuk menyatukan chemistry antara generasi orang tua dan anak pasti butuh energi dan upaya khusus. Zaman terus berubah, pendidikan dan ilmu berbeda, demikian pula cara pandang dan paham hidup mereka pasti juga tak sama, bahkan tak jarang saling bergesekan.
Karena itu, sungguh menarik menelisik kepiawaian para pengusaha kawakan mereaktualisasi nilai-nilai hidup yang mereka anut ke era anaknya yang sekarang. Bagaimanapun, kendati zaman terus berubah, nilai-nilai tersebut terbukti bersifat langgeng dan tak lekang oleh gilasan waktu. Cerita-cerita perjalanan tokok bisnis sukses tentu memberikan pencerahan dan inspirasi bagi bisnis dan hidup kita.(Galeriukm).


Sumber : swa.co.id

Rahasia Sukses Wirausaha

Sejumlah wirausahawan muda mandiri berbagi pengalaman dan kunci agar bisa sukses dalam menjalankan bisnis. Mereka yang berbagi adalah Brian Arfi Faridhi, Tririan Arianto, Iin Budianto, dan Zainal Abidin di acara seminar “Berbisnis Bisa! Saya Bisa Anda pun Bisa!” di Elemen CafĂ© Surabaya beberapa waktu lalu. Keempatnya adalah wirausahawan yang sukses di bidangnya masing-masing dan mendapatkan penghargaan dari Bank Mandiri pada 2009.

Menurut Brian, CEO PT DheZign Online Solution, menjadi seorang entrepreneur tidaklah mudah, banyak yang mencoba banyak pula yang gagal. Namun dengan fokus, keuletan dan ketekunan, persoalan itu akan teratasi dan jalan pun akan terbuka.
“Dalam bisnis hanya satu yang pasti, yaitu kegagalan. Namun kegagalan tersebut akan menghasilkan ketika kita terus mencoba dan mencoba,” tutur Juara Wirausaha Muda Mandiri kategori industri kreatif mahasiswa ini.

Tririan, pemilik PT Mushroom Indonesia yang memenangkan kategori kuliner mengaku memulai usaha dari nol. “Namun dengan ketekunan, kerja keras, doa dan berbagi kepada sesama mampu mengantarkan saya hingga ke titik ini.”

Selain tekun dan ulet, rahasia lainnya adalah saling berbagi lewat komunitas seperti komunitas Tangan Di Atas (TDA) yang menjadi kumpulan para pengusaha UKM. Di sini, setiap orang bisa saling berbagi baik kesuksesan maupun kegagalan.

Keduanya, juga aktif dan bergabung di komunitas ini untuk mengembangkan bisnis. “Outlet bisnis saya meroket dari 3 outlet menjadi 10 outlet dalam 3 bulan,” kata Tririan.
Iin Budianto, pengusaha makanan dan pengusaha komputer ini mengaku pendapatannya meningkat hingga Rp 40 juta per bulan. Awalnya Iin adalah seorang karyawan dengan gaji yang tetap.


Sumber : Vivanews.